Selasa, 01 September 2015

Rumah Eklektik : Rumah Modern Tradisional

Rumah bergaya elektik atau yang lebih dikenal rumah bergaya neo eklektik merupakan salah satu desain arsitektur post modern. Bangunan bergaya eklektik cenderung mengadaptasi gaya arsitektur yang natural, tradisional, dengan atap yang sejajar. Meski begitu, bukan berarti gaya eklektik sepenuhnya tradisional. 


Pada desain ekterior eklektik, kita akan menemukan beberapa elemen yang tidak fungsional. Peran dari elemen tersebut kadang hanya untuk menekankan jika rumah tersebut mengadopsi gaya eklektik. Misalnya, sebuah rumah berlantai satu yang memiliki dormer (jendela atap) apadahal di dalam rumah tersebut tidak ada lantai atas, sehingga dormer hanya digunakan sebagai dekorasi saja.

Desain interior pada rumah gaya eklektik banyak mengelaborasi penggunaan kaya tiang-tiang penyangga. Desainnya cenderung standard an konstruksi post and beam yang tradisional sering diterapkan pada bangunan-bangunannya. Langit-langit atau atapnya juga cenderung lebih tinggi, sehingga ruangan terlihat lebih lapang. Rumah yang mengadopsi gaya eklektik cenderung dibuat bertingkat, mulai dari dua lantai atau lebih. Lantai yang paling atas didesain agar memaksimalkan potensi alam, mulai dari sinar matahari, angin, dan udara yang sejuk. Sehingga sirkulasi udara dan pencahayaan di lantai ini cukup baik. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya menghemat energy.

Gaya desain eklektik bisa diciptakan dengan mix and match beberapa desain, misalnya Tudor, French, Spanish, atau Victorian. Pada bangunan bergaya eklektik pastikan sahabt spectrum memilih sebuah furniture yang menonjol, misalnya sofa bergaya country, atau motif bunga dan beberapa renda di sudutnya. Jika sahabat spectrum tidak menyukai sofa yang terkesan  ‘ramai’, sahabat bisa memilih jenis sofa yang minimalis dan dikombinasikan dengan furniture yang terkesan tradisional. Dengan begitu, akan tercipta kesan konstras dari sofa yang modern dan furniture yang bernuansa tradisional.
»Read More

Rumah Ekologi Si Rumah Sehat

Di Indonesia, desain rumah ekologis sudah makin diminati seiring bertambahnya kesadaran untuk perduli lingkungan. Rumah ekologis tidak hanya dilihat dari sisi estetikanya, tetapi ada juga memiliki standard tertentu.


Desain rumah ekologis harus mampu meng-explore lingkungan alam, dan memakai sedikit material yang bisa menghasilkan limbah. Rumah ekologis bisa diraih dengan membangun sebuah outdoor space, satu diantaranya adalah innercourt yard. Inner courtyard adalah taman yang terdapat di dalam rumah atau bagian dalam rumah yang terbuka sehingga angin dan sinar matahari bisa langsung masuk sehingga pemakaian listrik bisa diminimalisir.

Rumah berkonsep ekologis tidak lepas dari peran tumbuhan hijau sebagai alat untuk memproduksi oksigen. Oksigen membuat udara menjadi lebih sejuk. Tumbuhan memberikan keteduhan alami, dan mengurangi debu. Tumbuhan hijau juga dapat dimaksimalkan penempatannya, seperti di atap dan di dinding bangunan, sehingga lingkungan mikro menjadi lebih sejuk, nyaman dan segar.

Selain hal di atas, untuk mewujudkan sebuah rumah dengan konsep ekologis ada empat aspek yang harud diperhatikan yaitu energi, air, material, dan kesehatan.

1.    Energi
 
Energi sebagai sumber daya vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Selama ini kita mengenal listrik sebagai sumber tak tergantikan untuk menghidupkan alat-alat elektronik. Tetapi seiring berkurangnya energi konvensional, kita harus berhemat dan menggantikan sumber energi itu dengan sumber energi yang baru, seperti solat photovoltaic yang menghimpun panas matahari menjadi energi listrik. Selain itu memaksimalkan pengudaraan alami dengan rancanangan ventilasi silang, penggunaan void, dan ventilasi yang baik serta tritisan lebar untuk mengangkal panas matahari langsung. Semua itu dapat mengurangi penggunaan lampu dan AC, sehingga dapat mengurangi penggunaan energi listrik.

2.    Air
 
Air sebagai sumber daya enunjang kualitas hidup manusia. Kita hrus mulai memahami istilah reduce, reuse, dan recycle. Ketiga istilah itu bisa diterapkan untuk menangani masalah air untuk rumah tinggal sahabat spectrum sekalian. Mengurangi penggunaan air berlebih serta menggunakan limbah air bekas mandi dan cuci dengan proses daur untuk digunakan kembali sebagai air untuk menyiram tanaman dan mencuci mobil.

3.    Material
 
Modifikasi material yang telah using menjadi suatu barang yang bisa dimanfaatkan adalah langkah yang baik. Reduksi material dan penggunaan material local juga dapat mengurangi penggunaan energi berlebih dari transportasi yang digunakan.

4.    Kesehatan
 
Energi, air, dan material yang digunakan harus bebas racun dan limbah yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungannya. Pemilihan finishing yang non-toxic serta penangan limbah cair dan sampah dengan tepat akan berdampak positif bagi kesehatannya.
Keempat aspek di atas dapat menjadi acuan sahabat spectrum dalam membangun rumah dengan konsep ekologis, selamat mencoba. 
»Read More
Jumat, 28 Agustus 2015

Rumput Sintetis Memperindah Interior Rumah Anda

Rumput sintetis/artificial lebih dikenal sebagai rumput yang digunakan pada lapangan futsal. Tapi tahukah Sahabat Spectrum bahwa rumput sintetis juga dapat memperindah interior rumah Sahabat Spectrum? Berikut ini beberapa contoh pengaplikasian rumput sintetis untuk mempercantik rumah Sahabat Spectrum.


1.    Sebagai karpet.

Gunakan rumput “palsu” ini sebagai alas/karpet diruangan yang Sahabat Spectrum inginkan, bisa di ruang tamu, sisi kolam renang, teras rumah, balkon, rooftop hingga ruang tidur. Gunakan karpet rumput  ini di pojok-pojok ruangan,sebagai alas pot tempat dimana Sahabat Spectrum biasanya meletakkan tanaman.

2.    Sebagai wallpaper dinding rumah

Aplikasikan rumput sintetis pada dinding rumah, untuk ukuran dapat disesuaikan dengan selera Sahabat Spectrum. Bisa sebagai wallpaper di beberapa bagian, pasang bingkai cantik dengan rumput sintetis yang berwarna-warni hingga tercipta interior rumah yang sangat unik.

3.    Sebagai dekorasi unik dengan beragam bentuk

Rumput artificial ini bisa juga dijadikan dekorasi unik dengan berbagai bentuk yang diinginkan. Dekorasi ini bisa diletakkan di meja atau dimana saja sama seperti Sahabat Spectrum meletakkan pajangan pada umumnya atau bahkan dalam ukuran sedang hingga besar yang dapat diletakkan di sudut ruangan. Dekorasi rumput artificial ini bisa berbentuk bulat, kelinci dan sebagainya. Tentu saja diperlukan keahlian atau bila tak ingin repot Sahabat Spectrum bisa membelinya secara online.

Berikut tadi ialah cara-cara pengaplikasian rumput sintetis/artificial di rumah Sahabat Spectrum. Cara-cara tersebut tidak hanya dapat diaplikasikan pada rumah Sahabat Spectrum namun juga pada tempat kerja, kafe, sekolah dan sebagainya. Kolaborasi permainan bentuk, warna dan tekstur yang digunakan dapat menciptakan kesan ruang yang atraktif. Sehingga meskipun ruangan tidak terlalu luas, tampilannya terlihat sangat eye catching dan membuat orang-orang nyaman untuk berlama-lama diruangan dan menikmati suasananya.
»Read More
Kamis, 27 Agustus 2015

Menanam Udah Ga Jamannnya Pake Tanah

Lahan hunian yang terbatas seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menciptakan area hijau sehingga rumah menjadi nyaman dan asri. Fungsi taman sangatlah penting bukan hanya mengisi ruang kosong, namun dalam sebuah hunian taman berfungsi untuk menyerap debu dan memberikan sirkulasi udara yang segar. Oleh karena itu kini berbagai cara digunakan untuk menghadirkan sebuah taman dimana saja bahkan di areal yang sangat terbatas. Salah satunya adalah taman tegak atau vertical garden.


Vertical garden pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 oleh Patrik Blanc. Blanc bependapat bahwa tidak semua tumbuhan membutuhkan tanah, dengan pengaturan dan perancangan khusus,  tanaman dapat menjelma indah menjadi kebun di sebuah bangunan. Kelebihan vertical garden selain tidak membutuhkan lahan yang luas juga mampu menurunkan suhu udara.
 
Ada dua jenis penanaman vertical garden, teknik pertama adalah system dengan penggunaan tanaman memanjat yang bertujuan untuk menutupi area tertentu dengan media taman. Pengakaran tanaman rambat di tempatkan pada dasar system atau bagian atas. Jenis yang kedua adalah living wall, living wall adalah system penanaman dengan member media tanam pada dinding yang akan dipakai.
 
Media tanam yang digunakan oleh vertical gardern umumnya bukan berupa tanah, bahan yang sering digunakan adalah karpet kain, rock wool, genteng dan tali ijuk.
 
Tidak semua tanaman bisa ditanaman pada system vertical garden; dollar plant, daun sirih belanda,  dan ficus reppens adalah contoh tanaman yang biasa ditanam pada system vertical garden. Tanaman tersebut digunakan karena bisa merambat keatas, ke bawah , dan ke samping. Sedangkan kuping gajah, tanduk rusa, lili paris, crypthantus,sirih merah, kucai sering dipakai untuk vertical garden living walls. Tanaman tersebut cocok digunakan karena bobotnya tidak terlalu berat serta kecepatan tumbuh yang tidak terlalu tinggi.
 
Jadi apa sahabat spectrum tertarik untuk membuat vertical garden?
»Read More

Populer Post